21 Jul 2010

Soft Launching Labschool PAUD, Kerjasama IPB dengan ISFA Singapura

Author: sylsilia.sembiring10 | Filed under: Academic

Departemen Ilmu Keluarga danKonsumen, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), bekerjasama dengan Indonesian Singapore Friendship Association (ISFA)yang berkedudukan di Singapura membentuk Early Child Education andDevelopment Labschool (IEL)/ Labscool Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diCiwaluya, Bogor.

Soft Launching PAUD inidilakukan pada (9/7) di Ciwaluya, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh DekanFEMA, Dr. Arif Satria, Direktur Indonesia Heritage Foundation (IHF), Dr.Ir. Ratna Megawangi, M.Sc., Kadep IKK, Dr.Ir.Hartoyo, M.Sc.,dan Direktur IEL,Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc.

“Sekolahini memiliki beberapa keunggulan diantaranya adalah, memfokuskan padapendidikan holistik berbasis karakter (perkembangan kognitif, sosial, emosi,fisik, spiritual,dan karakter) yang dikembangkan oleh IHF. Menggunakan duabahasa (Bahasa Indonesia dan Inggris). Memiliki mutu pendidikan berstandarinternasional, hasil kerjasamam IPB dan ISFA. Tenaga pengajar dengankualifikasi baik, dengan pendidikan sarjana di bidang tumbuh kembang anak,keluarga dan gizi,” ujar Direktur IEL, Dr. Dwi padasoft launching itu.

Labschool PAUD inimenyelenggarakan 4 program yaitu, Kinder, Play Gorup, Day Care dan Afterschool, serta satu program tambahan.

“Keunggulanlain dari IEL adalah program kinder yang diselenggarakan dengan sistem sentrayang terdiri dari, sentra seni dan kreativitas, ekplorasi, rancang bangun,imajinasi, persiapan, perpustakaan, olahraga, ibadah dan memasak,” ujar Dr. Dwi.

Sementara itu, Dr. Ratna Megawangiyang juga dosen IKK ini di dalam sambutannya menjelaskan pentingya pendidikanholistik berbasis karakter ini.

“Di sinipara guru dijadikan sebagai contoh, teladan dan fasilitator, anak-anakdiberikan kebebasan untuk bertanya kepada guru tersebut. Di sini guru dijadikanpanutan dan sebagai contoh yang baik,” ujar Dr. Ratna.

Menurutnya, delapan puluh persenpertumbuhan dan pekembangan otak terjadi pada usia dini (usia keemasan) yaitudi bawah 6 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa prakterk pendidikan yangtidak patut (contohnya, terlalu berorientasi akademik) pada anak-anak usia dinimenyebabkan anak tidak mampu berfikir kritis, tidak dapat menyelesaikanpermasalahan kehidupan, tidak kreatif, dan tidak suka belajar.

“Diharapkan,anak-anak yang belajar di sini bisa mandiri, berfikir kritis, dapatmenyelesaikan permasalahan kehidupan, kreatif, berani tampil, berani berbicara,dan suka belajar. Syukur-syukur pada usia hendak masuk sekolah dasar nanti iabisa berpresentasi,” ujarnya.

Sedangkan Dekan FEMA Dr. ArifSatria, dalam sambutannya, mendukung penuh kegiatan yang digelar olehDepartemen IKK ini, serta berharap lab seperti ini bisa menjadi sumberpengetahuan untuk memecahkan persoalan perkembangan anak seiring kemajuanzaman.

“DepartemenIKK itu unik, tidak hanya mempelajari psikologi, namun juga memperhatikanfaktor ekonomi,” ujarnya. (man)

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme